Sinopsis Warung Pocong (2026)
Tiga pemuda yang terlilit utang dan ditipu habis-habisan menemukan tawaran pekerjaan yang tampak seperti anugerah—namun berujung pada mimpi buruk yang jauh lebih menyeramkan dari sekadar tagihan utang.
Kisah dalam film horor komedi Warung Pocong berpusat pada kengerian dan kelucuan yang terjadi ketika tiga pemuda Jakarta nekat menjadi penjaga warung di sebuah desa terpencil yang ternyata menjadi pusat ritual pesugihan berbalut teror pocong.
Kartono (diperankan oleh Fajar Nugra), Agus (diperankan oleh Sadana Agung), dan Makmur (diperankan oleh Randhika Djamil) adalah tiga sahabat asal Jakarta yang nasibnya sedang berada di titik paling nadir—terlilit utang, tertipu investasi bodong, dan tidak punya penghasilan.
Di saat paling putus asa, seorang pria tua misterius bernama Kusno (diperankan oleh Whani Darmawan) datang menawarkan pekerjaan menjaga warung di Desa Lali Jiwo yang terpencil dengan iming-iming gaji fantastis Rp50 juta per bulan.
Tanpa pikir panjang, ketiganya langsung menerima. Namun, begitu tiba di desa tersebut, mereka menyadari bahwa warung yang mereka jaga bukan warung biasa — melainkan warung yang digunakan sebagai media ritual pesugihan, dan pocong-pocong yang berdatangan setiap malam bukan sekadar hantu isapan jempol.
Tentang Film
Warung Pocong adalah film horor komedi Indonesia yang disutradarai oleh Bendolt.
Diproduksi bersama oleh Entelekey Media Indonesia dan Tiger Pictures, film yang memadukan tawa dan teror dalam satu bungkusan ini resmi tayang di bioskop-bioskop Indonesia mulai 9 April 2026.
Petaka Warung Pesugihan di Desa Lali Jiwo
Film ini menyajikan formula horor komedi yang khas dunia perfilman Indonesia — menggabungkan jumpscare dengan kelucuan situasi yang timbul dari kepanikan para karakter.
1. Krisis Keuangan dan Tawaran Kerja Menggiurkan
Ketiga sahabat ini mewakili gambaran nyata tentang gelombang pengangguran akibat penipuan investasi digital dan jeratan utang pinjaman online. Kesulitan ekonomi mereka digambarkan dengan humor satir yang cerdas, sebelum akhirnya tawaran Kusno hadir sebagai secercah harapan yang terlalu indah untuk ditolak. Gaji Rp50 juta per bulan hanya untuk menjaga warung adalah angka yang tidak masuk akal, namun ketiganya terlalu putus asa untuk mempertanyakannya.
2. Desa Lali Jiwo dan Warung yang Menyimpan Rahasia
Sesampainya di Desa Lali Jiwo, suasana aneh langsung menyambut mereka — penduduk desa yang tampak tidak natural, makam-makam yang tersebar di sekitar warung, serta pantangan-pantangan aneh yang disebutkan Kusno sebelum pergi. Warung tersebut ternyata bukan sekadar tempat berjualan, melainkan simpul ritual yang menghubungkan dunia manusia dengan dunia gaib sebagai sarana pesugihan bagi pemilik aslinya.
3. Teror Pocong dan Malam-Malam Penuh Ketakutan
Setiap malam di Desa Lali Jiwo, sosok-sosok pocong mulai berdatangan ke warung. Ketiga pemuda yang awalnya bersikap berani karena tidak percaya akhirnya dibuat lari tunggang-langgang oleh penampakan demi penampakan yang semakin intens. Usaha mereka untuk kabur dari desa tersebut selalu digagalkan oleh kekuatan gaib yang seolah tidak mengizinkan mereka pergi sebelum “tugas” mereka sebagai penjaga warung pesugihan tuntas.
Perpaduan Horor Lokal dan Komedi Situasi yang Segar
Yang membuat Warung Pocong menarik adalah pemilihan elemen horor lokal yang sangat familiar bagi penonton Indonesia. Sosok pocong sebagai entitas horror ikonik budaya Jawa dihadirkan bukan hanya sebagai pemicu ketakutan, melainkan juga sebagai sumber kelucuan akibat reaksi berlebihan ketiga tokoh utama yang kikuk dan konyol saat menghadapinya.
Trio komedi Fajar Nugra, Sadana Agung, dan Randhika Djamil membangun chemistry yang sangat natural sebagai tiga sahabat yang berbeda temperamen namun kompak dalam kepanikan. Sementara itu, Whani Darmawan memberikan penampilan yang dingin dan misterius sebagai Kusno, menciptakan kontras yang efektif antara komedi dan suasana mencekam yang terus dibangun sepanjang film.
Pemeran dan Karakter
Pemeran Utama / Main Cast
- Fajar Nugra sebagai Kartono — Pemuda Jakarta yang paling berani bicara namun yang paling cepat lari saat melihat hantu.
- Sadana Agung sebagai Agus — Pemuda yang paling rasional di antara ketiganya namun tetap tak berdaya menghadapi kenyataan supranatural.
- Randhika Djamil sebagai Makmur — Pemuda yang paling naif, selalu menanggapi situasi bahaya dengan cara yang paling konyol.
- Whani Darmawan sebagai Kusno — Pria tua misterius yang menawarkan pekerjaan di warung tersebut dengan agenda yang tersembunyi.
Pemeran Pendukung / Supporting Cast
- Shareefa Daanish
- Arla Ailani
- Teuku Rifnu Wikana
- Kiki Narendra
Informasi Film
- Sutradara: Bendolt
- Tanggal Rilis: 9 April 2026
- Genre: Horor, Komedi
- Bahasa: Indonesia
- Rumah Produksi: Entelekey Media Indonesia, Tiger Pictures
- Rating: 13+
Kesimpulan
Warung Pocong (2026) adalah sajian horor komedi lokal yang menghibur sekaligus menegangkan, membuktikan bahwa hantu pocong yang sudah dikenal luas oleh masyarakat Indonesia masih mampu menghadirkan ketakutan segar ketika dikemas dalam konteks cerita yang orisinal dan relevan secara sosial.
Bagi Anda pencinta film horor komedi lokal seperti *Suzzanna*, *Kuntilanak*, atau *Badarawuhi*, film ini sangat direkomendasikan untuk ditonton bersama teman-teman. Saksikan petualangan kocak nan menegangkan Kartono, Agus, dan Makmur di Warung Pocong — hanya di bioskop!






